PEKANBARU (RP) - Dominasi PSPS atas Semen Padang dua musim
terakhir di Liga Indonesia berakhir sudah. Askar Bertuah dipermalukan 1-2 di
depan publiknya sendiri, di Stadion Rumbai Rabu (4/5) sore dalam lanjutan Liga
Indonesia XI.
Bermain di hadapan ribuan penonton yang memadati Stadion Rumbai, sepertinya
tidak mampu mengangkat semangat pemain PSPS untuk bermain lepas. Ini ditandai
di awal-awal babak pertama sejak peluit dibunyikan wasit M Safe'i, permainan
PSPS seakan tak berkembang.
Bahkan tim tamu yang membuat pertahanan PSPS yang digalang Ambrizal, Gerald
Pangkali dan Joa Bosco Cabral kerepotan. Melalui umpan silang Pedro kepada
Affan Lubis hampir saja menggetarkan gawang PSPS yang dijaga Suprayitno.
Untung tendangan Affan sedikit melenceng ke sisi gawang. Begitu juga pada
menit ke-13 saat Stephen Menoh yang mendapatkan bola liar dan langsung
melepaskan tembakan keras dari jarak 20 meter. Akan tetapi tendangannya
melenceng ke sebelah kanan gawang PSPS.
Sementara itu, permainan yang dipertontonkan oleh anak-anak Askar Bertuah
sampai pada menit ke-20, tidak sekalipun mampu mengancam gawang SP yang dijaga
oleh Wawan Darmawan. Baru pada menit ke-21, Nova Zainal nyaris menggetarkan
gawang Semen Padang setelah mendapatkan umpan silang Gustavo Hernan Ortiz dari
sisi kiri pertahanan lawan. Bola yang mengarah ke kotak penalti langsung saja
disambar Nova, namun sontekan Nova membentur kaki kiper dan bola liar tersebut
meluncur ke arah gawang Semen Padang. Namun pemain belakang Semen Padang
dengan sigap menyambar bola untuk menghindarkan gawangnya dari kebobolan.
Setelah peluang yang didapat Nova tersebut, permainan PSPS mulai terlihat
berkembang. Ini ditandai dengan peluang yang didapat Ambrizal setelah menerima
umpan tendangan bebas Ortiz pada menit ke-23. Sayangnya tandukan
stopper PSPS itu masih belum berhasil menemui sasaran. Berikutnya
peluang cantik kembali didapat PSPS pada menit ke-27, Ortiz yang merajalela di
sisi kanan pertahanan Semen Padang memperdayai Nursidiq dan melakukan umpan
crossing ke jantung pertahanan Semen Padang. Sayangnya Rochy, yang
sudah berdiri bebas tak mampu menyelesaikannya menjadi gol sehingga serangan
PSPS menjadi sia-sia.
Semen Padang sendiri bermain cukup baik dan mampu keluar dari tekanan PSPS.
Mereka memperlihatkan kerja sama yang rapi di jantung pertahanan. Permainan
tak kenal kompromi pun ditunjukkan para bek tim berjuluk Kabau Sirah
itu, seperti Leonardo, Hengki Ardiles dan Nur Afik. Sadar akan hal itu,
membuat pelatih PSPS, Rully Nere mengubah strategi dengan memasukkan Moyo
Malibella untuk menggantikan Nova yang tidak banyak berperan pada menit ke-34.
Hal ini dimaksudkan Rully, karena Moyo yang memiliki kecepatan diharapkan
memecah konsentrasi para bek Semen Padang.
Kebuntuan akhirnya berhasil dipecahkan anak-anak Askar Bertuah pada menit
ke-42. Berawal dari Ambrizal yang berhasil mematikan serangan Semen Padang.
Selanjutnya dengan tenang ia menguasai bola di daerah sendiri, dan begitu
melihat celah di lini tengah Semen Padang, stopper
pujaan PSPS itu melakukan akselerasi yang memikat dengan menerobos lini tengah
Semen Padang. Tak lama kemudian, mantan pemain PS Riau Pos itu melakukan
permainan satu dua dengan Rochy dan tanpa terkawal ia masuk kotak penalti
Semen Padang. Lantas dengan dingin ia memberikan umpan tarik kepada Rochy yang
kali ini tidak menyia-nyiakan peluang emas ini untuk mengubah kedudukan
menjadi 1-0.
Gol itu pun disambut hangat oleh Asykar Theking, pendukung PSPS. Dan hal itu
membuat PSPS kian bernafsu untuk meningkatkan serangan. Namun hal itu justru
jadi bumerang, lewat serangan balik, Semen Padang mampu menyamakan kedudukan
melalui tandukan Pedro setelah menerima umpan silang Affan Lubis pada menit
ke-45. Kiper PSPS, Suprayetno terlambat beraksi, sehingga Pedro dengan tenang
mengarahkan tandukannya ke gawang PSPS.
Memasuki babak kedua, PSPS mencoba mengambil inisiatif serangan. Peluang emas
pun kembali tercipta pada menit ke-51, Rochy yang baru saja mencetak gol
kelimanya musim ini menerima umpan lambung dari lini tengah dan berhasil
memperdayai Hengki Ardiles. Namun tendangan first time kerasnya hanya
membentur mistar gawang Semen Padang. Kendati pantulan bola sempat mengenai
kakinya kembali, namun bola terlalu lemah dan berhasil ditangkap Wawan
Darmawan.
Namun beberapa menit kemudian bencana diterima PSPS, Moyo Malibella tidak bisa
melanjutkan pertandingan. Ia mengalami cedera di kaki setelah dilanggar bek
Semen Padang. Moyo pun akhirnya digantikan M Iqbal. Sementara Semen Padang
perlahan-lahan menguasai pertandingan. Sedikit demi sedikit mereka melakukan
serangan yang membahayakan pertahanan PSPS.
Pada menit ke-56 Affan Lubis melakukan penetrasi ke pertahanan PSPS dan
melakukan kerja sama satu dua dengan Pedro dan mengakhirinya dengan tendangan
spekulasi ke gawang PSPS. Untung saja tendangannya masih lemah dan bisa
diamankan Suprayetno. Serangan bertubi-tubi Semen Padang akhirnya membuahkan
hasil pada menit ke-60. G Friday mengoyak jala gawang Suprayetno setelah
menerima umpan crossing yang dilepaskan Husaini dari rusuk kanan
pertahanan PSPS. Gol Friday membuat pendukung PSPS terdiam sesaat dan
berikutnya mereka berupaya untuk menyemangati tim kesayangan untuk mengejar
ketertinggalan. Namun tetap saja setiap serangan yang dilakukan PSPS selalu
kandas di jantung pertahanan Semen Padang yang semakin percaya diri.
Rully pun mencoba memasukkan Rusdianto untuk menggantikan Ambrizal yang
kehabisan stamina pada menit ke-69. Maksud Rully tentu saja untuk mengimbangi
lini tengah Semen Padang, namun tetap saja tidak bisa membuahkan hasil. Bahkan
Semen Padang justru merajalela lewat pergerakan Ebi Sukore, Friday dan Pedro.
Hingga wasit M. Safe'i meniup pluit panjang tanda pertandingan berakhir, PSPS
tetap tak mampu menghindarkan diri dari kekalahan.
Seusai pertandingan Rully mengatakan, bahwa gol kedua Semen Padang memang
membuat mental anak asuhannya jatuh. Dan hal itu membuat mereka tidak tenang
dan selalu tergesa-gesah membangun serangan."Para pemain telah mencoba
bermain maksimal. Sayang, kita harus kalah dan saya pikir Suprayetno tidak
dalam kondisi yang bagus dalam pertandingan kali ini,"ujar Rully.
Sementara pelatih Semen Padang, Syafrianto Rusli sangat puas dengan hasil ini.
Anak asuhannya bermain baik, sama seperti ketika menghadapi Persikota.
Dan kemenangan ini tentu saja sangat berarti karena dua musim terakhir Semen
Padang tak bisa merebut kemenangan dari PSPS. "Kami bermain baik sekali
dan saya sangat puas dengan hasil ini. PSPS sebenarnya juga bermain bagus,
sayangnya mereka seperti kelelahan fisik. Padahal mereka memiliki waktu
istirahat yang lebih baik dari kami," ujar Syafrianto.(ted/wws/aga/zed)
© 2005 . ASYKAR THEKING .
Desain Situs oleh NOPI Theking
Email : info@asykartheking.zzn.com