|
Tundukkan Sriwijaya FC 3-0
PEKANBARU (RP) - Akhirnya PSPS Pekanbaru berhasil meraup poin
penuh dan menjauhi zona degradasi, setelah membungkam tamunya
Sriwijaya FC dengan skor telak 3-0 pada pertandingan yang digelar
Rabu (18) di Stadion Rumbai, Pekanbaru. Kemenangan ini terasa
begitu sangat berarti karena yang melatih tim kebanggaan
masyarakat Riau ini adalah oleh anak jati Riau sendiri. Selain itu
kemenangan kali ini juga merupakan kemenangan PSPS dengan jumlah
gol terbanyak sepanjang kompetisi Ligina XI dan ketiga gol yang
tercipta dicetak oleh tiga striker yang diturunkan oleh
Miskardi.Pertandingan yang disaksikan langsung oleh Ketua Umum
PSPS H Herman Abdulah, pada awal babak pertama PSPS langsung
menggebrak pertahanan Sriwijaya FC yang dikoordinir oleh mantan
pemain Semen Padang (SP) Renato Ilyas. Baru menit pertama, PSPS
telah berhasil menciptakan peluang, melalui kerja sama antara
Supardi dan Ortiz, namun sayang bola crosing yang
dilakukan Ortiz tidak mampu di-heading dengan sempurna
oleh Rochy.
Melihat PSPS begitu menggebu untuk melakukan
serangan, maka pemain Sriwijaya yang tertekan berusaha untuk
bangkit dengan menekan setiap pergerakan pemain PSPS. Dan baru
pada menit ketiga, Sriwijaya mulai membuka peluang melalui
tandukan kepala Renato Ilyas setelah mendapatkan umpan lambung,
hasil tendangan bebas disudut kiri pertahanan PSPS. Tapi tandukan
pemain tinggi besar ini melambung beberapa senti di atas mistar
gawang Suprayetno.
Mendapat serangan dari Sriwijaya, PSPS berusaha
untuk memainkan bola dari kaki ke kaki. Tapi akibat tekanan pemain
Sriwijaya pada menit ke enam kembali gawang PSPS terancam dari
tendangan spekulasi striker nomor punggung 10 Hernan Ariel.
Tendangan tersebut untung dapat diantisipasi oleh Suprayetno
sehingga gawang PSPS terselamatkan.
Begitu juga pada menit ke lima belas kembali
Renato nyaris saja membobol gawang PSPS, setelah mendapatkan umpan
crosing dari Toni Sucipto. Tandukan Renato ini berhasil
di tips oleh penjaga gawang PSPS Suprayetno yang petang itu memang
bermain bagus dan nyaris tak pernah melakukan kesalahan.
Merasa mendapatkan tekanan dari Sriwijaya, maka
PSPS mengubah pola permainan dengan lebih mengefektifkan pemain
sayap untuk melakukan umpan-umpan lambung. Dan pola ini ternyata
efektif dan membuat serangan-serangan PSPS menjadi hidup.
Hal ini terbukti pada menit ke 19 melalui kerja
sama satu dua antara Nova dan Supardi, maka bola yang diumpan
silang oleh Supardi tepat di mulut gawang Sriwijaya yang dikawal
Feri Rutinsulu kiper nasional U-23 tersebut langsung saja disambar
Ortiz dengan posisi sambil menjatuhkan badan, dan bola yang tidak
terlalu kencang tersebut masuk mulus ke gawang Sriwijaya FC tanpa
mampu diantisipasi oleh Feri Rutinsulu.
Gol pertama ini disambut meriah oleh sekitar
lima ribu penonton yang memenuhi Stadion Rumbai. Permainan yang
diperagakan oleh anak-anak Askar Bertuah kali ini, terlihat lebih
percaya diri dan terpola dengan baik, apakah itu saat bertahan
maupun saat menyerang. Gol yang dicipatakan Ortiz ini, membuat
pemain PSPS semakin bersemangat untuk membobol gawang Sriwijaya.
Sementara itu, Sriwijaya sendiri berusaha untuk bangkit dengan
melakukan tendangan-tendangan spekulasi dari jarak jauh.
Seperti pada menit ke-25, setelah salah seorang
pemain Sriwijaya dijatuhkan oleh Joua Basco Cabral, bola mati
tersebut langsung disambar oleh Safril, namun tendangan tersebut
mampu membentur pagar hidup yang dibuat oleh pemain bertahan PSPS.
Begitu juga pada menit ke 26 kembali Hernan Ariel melakukan
tendangan spekulasi dari jarak sekitar 18 meter dari luar kota
penalti. Tendangan tersebut melenceng hanya beberapa senti meter
sisi gawang PSPS.
Nampaknya PSPS tidak mau kecolongan gol,
seperti pada pertandingan-pertandingan lalu. Mengetahui Sriwijaya
mencoba untuk menekan PSPS maka kembali pada menit ke-27, Nova
Zainal yang bermain sangat bagus tersebut, mendapatkan peluang
untuk menciptakan gol setelah bola liar dari tendangan bebas, akan
tetapi tendangan yang mengarah ke gawang Sriwijaya tersebut hanya
beberapa sentimeter melenceng di atas mistar gawang Sriwijaya.
Melihat permainan Aulia Siregar yang menempati
posisi bek kanan kurang bermain maksimal, maka pelatih langsung
menggantikannya dengan Rino Yuska.
Dengan masuknya Rino Yuska, maka pertahanan
PSPS kembali solid. Peluang emas kembali tercipta pada menit ke 33
melalui umpan Supardi yang menusuk dari sebelah kanan pertahanan
lawan, namun tandukan mantan pemain nasional ini masih leman dan
dengan mudah diantisipasi oleh penjaga gawang Sriwijaya.
Sepanjang pertengahan babak pertama ini praktis
permainan dikuasai oleh PSPS, sedangkan Sriwijaya FC hanya
sesekali melakukan serangan melalui umpan-umpan lambung yang
menusuk pertahanan PSPS. Untung saja kesigapan dan keberanian
Lizama dan Jou Basco dalam memotong alur serangan Sriwijaya,
sehingga serangan tersebut terhenti ditengah pertahanan PSPS.
Akibat permainan tampa kompromi yang
diperagakan oleh Basco, maka pada menit ke-34 Basco mendapatkan
kartu kuning, setelah Jou melakukan pelanggaran keras terhadap
Ariel. Pada menit ke-40, kembali Rochy mendapatkan peluang emas,
namun tendangannya lemah dan mampu diantisipasi oleh kiper
Sriwijaya.
Peluang ini tercipta bermula saat terjadi
kemelut setelah Ortis melakukan umpan lambung dari sudut kiri
pertahanan lawan. Dan bola liar tersebut bergulir kearah Rochy,
tapi terlalu tergesa-gesanya Rochy maka peluang tersebut terbuang
percuma.
Melihat timnya digempur oleh anak-anak
Pekanbaru, pelatih Sriwijaya FC Jeniwardin - mantan pelatih PSPS
yang pernah mendidik Miskardi ini - melakukan pergantian pemain
pada menit ke 43. Pemain yang diganti adalah Toni Sucipto yang
bermain buruk dan memasukan Frengki Suabey. Hingga sampai
berakhirnya babak pertama, PSPS tidak mampu menambahkan gol.
Memasuki babak kedua, Jeniwardin langsung
menggantikan Hugo Lopes pemain asingnya yang bermain tidak
maksimal dan memasukan Achayar Ilyas mantan pemain SP ini. Baru
tiga menit babak kedua berlangsung, kembali PSPS Pekanbaru
berhasil menjebol gawang Sriwijaya setelah tendangan Nova Zainal
yang tidak mampu ditangkap dengan sempurna oleh kiper, sehingga
bola lemah tersebut meluncur dari sela-sela kaki kiper Sriwijaya.
Gol kedua yang membuat isi stadion bergemuruh
ini, bermula saat Ortiz mendapatkan umpan matang dari Ritam, dan
bola tersebut digiringnya dengan melewati beberapa pemain belakang
Sriwijaya. Setelah sampai disisi kanan pertahanan Sriwijaya, bola
tersebut dilambung Ortiz ke tengah pertahanan lawan. Saat itu Nova
Zainal yang berdiri bebas dan tidak terkawal, dengan ketenangannya
mampu menjebol gawang Sriwijaya.
Pada menit ke-63, Sriwijaya kembali melakukan
pergantian pemain dengan memasukan Eka Santika dan menggatikan
Andi Odang, sementara itu dikubu PSPS juga melakukan pergantian
pemain setelah Supardi mengalami cidera dan digantikan oleh Mahadi.
Gawang PSPS pada menit ke 75 hampir saja
dijebol oleh pemain Sriwijaya, untung saja saat bola akan masuk
kegawang yang telah kosong tersebut dapat dibuang dengan cepat
oleh Rino Yuska.
Akhirnya Rochy yang beberapa kali mendapatkan
kesempatan tidak berhasil menjebol gawang Sriwijaya, namun pada
menit ke 37, setelah mendapatkan umpan solo run dari Ortiz maka
tanpa terkawal Rochy berhasil menjebol gawang Sriwijaya dengan
menyontek bola ke arah sebelah kanan tiang gawang.
Hingga wasit Alil Rinenggo meniupkan peluit
panjang tanda pertandingan usai, kedudukan tidak berubah dengan
keunggulan PSPS 3-0. Pelatih Sriwijaya FC Jeniwardin saat ditemui Riau
Pos, usai pertandingan mengatakan, apa yang telah
diintruksikan tidak berjalan, pemain seolah-olah bermain sendirian
dan tidak dengan permainan tim.
‘'Memamg secara permainan anak-anak belum
seperti yang saya harapkan, namun saya pun baru kali ini
mengetahui kekuatan dan permainan tim ini bila bermain di kandang
lawan karena saya baru menangani tim ini. Jadi saya akan koproksi
ke dalam dan hasil ini akan menjadi evaluasi nantinya. Namun
memang lini tengah dan belakang sedikit lemah, dan PSPS bermain
baik,'' ujar Jenniwardin usai pertandingan.
Sedangkan Pelatih PSPS Miskardi mengatakan
kemenangan ini merupakan kemenangan secara tim dan hasil kerja
keras pemain.''Akan mustahil merubah tim ini dalam beberapa kali
latihan. Yang jelas itu hasil kerja keras pemain yang mampu
berjuang sekuat tanaga dan bermain tidak terbebani. Selain itu
adanya Marcelo sangat membantu dengan menjadi teman untuk
konsultasi dan diskusi yang baik,''ujar Miskardi.(wws/fia/aga)
|