Free Web Hosting Provider - Web Hosting - E-commerce - High Speed Internet - Free Web Page
Search the Web

SELAMAT DATANG DI KORWIL DUNIA MAYA ASYKAR THEKING

 

 

PSPS Akhirnya Menang Juga
Kamis, 19 Mei 2005

Tundukkan Sriwijaya FC 3-0
PEKANBARU (RP) - Akhirnya PSPS Pekanbaru berhasil meraup poin penuh dan menjauhi zona degradasi, setelah membungkam tamunya Sriwijaya FC dengan skor telak 3-0 pada pertandingan yang digelar Rabu (18) di Stadion Rumbai, Pekanbaru. Kemenangan ini terasa begitu sangat berarti karena yang melatih tim kebanggaan masyarakat Riau ini adalah oleh anak jati Riau sendiri. Selain itu kemenangan kali ini juga merupakan kemenangan PSPS dengan jumlah gol terbanyak sepanjang kompetisi Ligina XI dan ketiga gol yang tercipta dicetak oleh tiga striker yang diturunkan oleh Miskardi.Pertandingan yang disaksikan langsung oleh Ketua Umum PSPS H Herman Abdulah, pada awal babak pertama PSPS langsung menggebrak pertahanan Sriwijaya FC yang dikoordinir oleh mantan pemain Semen Padang (SP) Renato Ilyas. Baru menit pertama, PSPS telah berhasil menciptakan peluang, melalui kerja sama antara Supardi dan Ortiz, namun sayang bola crosing yang dilakukan Ortiz tidak mampu di-heading dengan sempurna oleh Rochy.

Melihat PSPS begitu menggebu untuk melakukan serangan, maka pemain Sriwijaya yang tertekan berusaha untuk bangkit dengan menekan setiap pergerakan pemain PSPS. Dan baru pada menit ketiga, Sriwijaya mulai membuka peluang melalui tandukan kepala Renato Ilyas setelah mendapatkan umpan lambung, hasil tendangan bebas disudut kiri pertahanan PSPS. Tapi tandukan pemain tinggi besar ini melambung beberapa senti di atas mistar gawang Suprayetno.

Mendapat serangan dari Sriwijaya, PSPS berusaha untuk memainkan bola dari kaki ke kaki. Tapi akibat tekanan pemain Sriwijaya pada menit ke enam kembali gawang PSPS terancam dari tendangan spekulasi striker nomor punggung 10 Hernan Ariel. Tendangan tersebut untung dapat diantisipasi oleh Suprayetno sehingga gawang PSPS terselamatkan.

Begitu juga pada menit ke lima belas kembali Renato nyaris saja membobol gawang PSPS, setelah mendapatkan umpan crosing dari Toni Sucipto. Tandukan Renato ini berhasil di tips oleh penjaga gawang PSPS Suprayetno yang petang itu memang bermain bagus dan nyaris tak pernah melakukan kesalahan.

Merasa mendapatkan tekanan dari Sriwijaya, maka PSPS mengubah pola permainan dengan lebih mengefektifkan pemain sayap untuk melakukan umpan-umpan lambung. Dan pola ini ternyata efektif dan membuat serangan-serangan PSPS menjadi hidup.

Hal ini terbukti pada menit ke 19 melalui kerja sama satu dua antara Nova dan Supardi, maka bola yang diumpan silang oleh Supardi tepat di mulut gawang Sriwijaya yang dikawal Feri Rutinsulu kiper nasional U-23 tersebut langsung saja disambar Ortiz dengan posisi sambil menjatuhkan badan, dan bola yang tidak terlalu kencang tersebut masuk mulus ke gawang Sriwijaya FC tanpa mampu diantisipasi oleh Feri Rutinsulu.

Gol pertama ini disambut meriah oleh sekitar lima ribu penonton yang memenuhi Stadion Rumbai. Permainan yang diperagakan oleh anak-anak Askar Bertuah kali ini, terlihat lebih percaya diri dan terpola dengan baik, apakah itu saat bertahan maupun saat menyerang. Gol yang dicipatakan Ortiz ini, membuat pemain PSPS semakin bersemangat untuk membobol gawang Sriwijaya. Sementara itu, Sriwijaya sendiri berusaha untuk bangkit dengan melakukan tendangan-tendangan spekulasi dari jarak jauh.

Seperti pada menit ke-25, setelah salah seorang pemain Sriwijaya dijatuhkan oleh Joua Basco Cabral, bola mati tersebut langsung disambar oleh Safril, namun tendangan tersebut mampu membentur pagar hidup yang dibuat oleh pemain bertahan PSPS. Begitu juga pada menit ke 26 kembali Hernan Ariel melakukan tendangan spekulasi dari jarak sekitar 18 meter dari luar kota penalti. Tendangan tersebut melenceng hanya beberapa senti meter sisi gawang PSPS.

Nampaknya PSPS tidak mau kecolongan gol, seperti pada pertandingan-pertandingan lalu. Mengetahui Sriwijaya mencoba untuk menekan PSPS maka kembali pada menit ke-27, Nova Zainal yang bermain sangat bagus tersebut, mendapatkan peluang untuk menciptakan gol setelah bola liar dari tendangan bebas, akan tetapi tendangan yang mengarah ke gawang Sriwijaya tersebut hanya beberapa sentimeter melenceng di atas mistar gawang Sriwijaya.

Melihat permainan Aulia Siregar yang menempati posisi bek kanan kurang bermain maksimal, maka pelatih langsung menggantikannya dengan Rino Yuska.

Dengan masuknya Rino Yuska, maka pertahanan PSPS kembali solid. Peluang emas kembali tercipta pada menit ke 33 melalui umpan Supardi yang menusuk dari sebelah kanan pertahanan lawan, namun tandukan mantan pemain nasional ini masih leman dan dengan mudah diantisipasi oleh penjaga gawang Sriwijaya.

Sepanjang pertengahan babak pertama ini praktis permainan dikuasai oleh PSPS, sedangkan Sriwijaya FC hanya sesekali melakukan serangan melalui umpan-umpan lambung yang menusuk pertahanan PSPS. Untung saja kesigapan dan keberanian Lizama dan Jou Basco dalam memotong alur serangan Sriwijaya, sehingga serangan tersebut terhenti ditengah pertahanan PSPS.

Akibat permainan tampa kompromi yang diperagakan oleh Basco, maka pada menit ke-34 Basco mendapatkan kartu kuning, setelah Jou melakukan pelanggaran keras terhadap Ariel. Pada menit ke-40, kembali Rochy mendapatkan peluang emas, namun tendangannya lemah dan mampu diantisipasi oleh kiper Sriwijaya.

Peluang ini tercipta bermula saat terjadi kemelut setelah Ortis melakukan umpan lambung dari sudut kiri pertahanan lawan. Dan bola liar tersebut bergulir kearah Rochy, tapi terlalu tergesa-gesanya Rochy maka peluang tersebut terbuang percuma.

Melihat timnya digempur oleh anak-anak Pekanbaru, pelatih Sriwijaya FC Jeniwardin - mantan pelatih PSPS yang pernah mendidik Miskardi ini - melakukan pergantian pemain pada menit ke 43. Pemain yang diganti adalah Toni Sucipto yang bermain buruk dan memasukan Frengki Suabey. Hingga sampai berakhirnya babak pertama, PSPS tidak mampu menambahkan gol.

Memasuki babak kedua, Jeniwardin langsung menggantikan Hugo Lopes pemain asingnya yang bermain tidak maksimal dan memasukan Achayar Ilyas mantan pemain SP ini. Baru tiga menit babak kedua berlangsung, kembali PSPS Pekanbaru berhasil menjebol gawang Sriwijaya setelah tendangan Nova Zainal yang tidak mampu ditangkap dengan sempurna oleh kiper, sehingga bola lemah tersebut meluncur dari sela-sela kaki kiper Sriwijaya.

Gol kedua yang membuat isi stadion bergemuruh ini, bermula saat Ortiz mendapatkan umpan matang dari Ritam, dan bola tersebut digiringnya dengan melewati beberapa pemain belakang Sriwijaya. Setelah sampai disisi kanan pertahanan Sriwijaya, bola tersebut dilambung Ortiz ke tengah pertahanan lawan. Saat itu Nova Zainal yang berdiri bebas dan tidak terkawal, dengan ketenangannya mampu menjebol gawang Sriwijaya.

Pada menit ke-63, Sriwijaya kembali melakukan pergantian pemain dengan memasukan Eka Santika dan menggatikan Andi Odang, sementara itu dikubu PSPS juga melakukan pergantian pemain setelah Supardi mengalami cidera dan digantikan oleh Mahadi.

Gawang PSPS pada menit ke 75 hampir saja dijebol oleh pemain Sriwijaya, untung saja saat bola akan masuk kegawang yang telah kosong tersebut dapat dibuang dengan cepat oleh Rino Yuska.

Akhirnya Rochy yang beberapa kali mendapatkan kesempatan tidak berhasil menjebol gawang Sriwijaya, namun pada menit ke 37, setelah mendapatkan umpan solo run dari Ortiz maka tanpa terkawal Rochy berhasil menjebol gawang Sriwijaya dengan menyontek bola ke arah sebelah kanan tiang gawang.

Hingga wasit Alil Rinenggo meniupkan peluit panjang tanda pertandingan usai, kedudukan tidak berubah dengan keunggulan PSPS 3-0. Pelatih Sriwijaya FC Jeniwardin saat ditemui Riau Pos, usai pertandingan mengatakan, apa yang telah diintruksikan tidak berjalan, pemain seolah-olah bermain sendirian dan tidak dengan permainan tim.

‘'Memamg secara permainan anak-anak belum seperti yang saya harapkan, namun saya pun baru kali ini mengetahui kekuatan dan permainan tim ini bila bermain di kandang lawan karena saya baru menangani tim ini. Jadi saya akan koproksi ke dalam dan hasil ini akan menjadi evaluasi nantinya. Namun memang lini tengah dan belakang sedikit lemah, dan PSPS bermain baik,'' ujar Jenniwardin usai pertandingan.

Sedangkan Pelatih PSPS Miskardi mengatakan kemenangan ini merupakan kemenangan secara tim dan hasil kerja keras pemain.''Akan mustahil merubah tim ini dalam beberapa kali latihan. Yang jelas itu hasil kerja keras pemain yang mampu berjuang sekuat tanaga dan bermain tidak terbebani. Selain itu adanya Marcelo sangat membantu dengan menjadi teman untuk konsultasi dan diskusi yang baik,''ujar Miskardi.(wws/fia/aga)

© 2005 . ASYKAR THEKING . Desain Situs oleh NOPI Theking

Email : info@asykartheking.zzn.com